USB-C dan Lightning : Mengenal Lebih Dekat dan Perbedaan di Antara Keduanya

lightning dan usb c

Bagi banyak orang, kabel charger mungkin terlihat sama. Tetapi, bagi pengguna teknologi yang lebih canggih, ada perbedaan yang jelas antara berbagai jenis kabel charger, baik USB-C maupun lightning.

Dalam artikel ini, kita akan melihat dua jenis kabel yang paling umum digunakan saat ini: USB-C dan Lightning.

USB-C dan Lightning mungkin tampak sama pada pandangan pertama, tetapi mereka memiliki banyak perbedaan. Mari kita bahas masing-masing dan perbedaannya.

USB-C

USB-C, atau USB Type-C, adalah jenis kabel universal yang dibuat oleh USB Implementers Forum (USB-IF).

Dikenal dengan fungsionalitasnya yang luas, USB-C mengadopsi desain reversible (bisa digunakan untuk kedua arah) sehingga memudahkan pengguna dalam melakukannya.

Selain untuk pengisian daya, USB-C juga mendukung berbagai jenis data transfer dan bahkan output video dan audio.

Lightning

Di sisi lain, Lightning adalah koneksi proprietary yang diciptakan dan digunakan oleh Apple untuk perangkatnya.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012, Lightning menggantikan konektor 30-pin yang sebelumnya digunakan oleh Apple. Layaknya USB-C, kabel Lightning juga memiliki desain reversible.

Perbedaan Antara USB-C dan Lightning

Sekilas, USB-C dan Lightning mungkin terlihat mirip, tetapi ada beberapa perbedaan kunci di antara keduanya. Dibawah ini adalah beberapa perbedaan yang ada:

Kepemilikan dan Kompatibilitas

Yang paling jelas, Lightning adalah teknologi eksklusif Apple. Artinya, Anda hampir hanya akan menemui kabel Lightning pada produk-produk Apple seperti iPhone, iPad, iPod, dan beberapa aksesoris lainnya.

Sementara itu, USB-C adalah standar universal yang semakin banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan teknologi, termasuk Apple (pada MacBook dan iPad Pro terbarunya).

Kecepatan Transfer Data

Kedua kabel ini menawarkan kecepatan transfer data yang berbeda. USB-C mendukung USB 3.1 dengan kecepatan transfer data hingga 10 Gbps, sedangkan standar Lightning mendukung kecepatan hingga 480 Mbps.

Namun, ada varian Lightning yang mendukung transfer data hingga 5 Gbps, tetapi kabel jenis ini biasanya jarang ditemukan.

Fungsionalitas

USB-C dirancang untuk menjadi solusi utama untuk semua kebutuhan — dari pengisian daya, transfer data, hingga penyambungan video dan audio.

Sedangkan, Lightning dirancang untuk pengisian daya dan transfer data pada perangkat Apple, dan beberapa keperluan lain yang memanfaatkan port Lightning.

Masa Depan

Berbagai perusahaan teknologi semakin bergerak ke arah adopsi USB-C. Hal ini cukup jelas dengan meningkatnya penggunaan port USB-C di berbagai perangkat baru.

Bahkan, Apple kini sudah memakai USB-C dalam iPhone terbaru mereka, yakni iPhone 15 Series.

Kesimpulan

Dalam beberapa hal, USB-C dan Lightning memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Walaupun keduanya memiliki desain yang memudahkan penggunaannya, kenyataannya, keduanya memiliki kompatibilitas, kecepatan transfer data, dan penggunaan yang berbeda.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami perbedaan antara USB-C dan Lightning dan memilih yang mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Rating Artikel

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment