Headphone Bone Conduction: Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

headphone bone conduction

Dalam beberapa tahun terakhir, headphone nirkabel sepenuhnya (true wireless earbuds) telah menjadi perhatian utama di dunia headphone. Namun, ada jenis headphone nirkabel khusus lainnya yang sedang mendapatkan perhatian: headphone bone conduction.

Cara Kerja Bone Conduction

Teknologi headphone bone conduction bekerja dengan cara yang berbeda dari headphone tradisional. Headphone ini tidak masuk ke dalam saluran telinga atau menutupi telinga Anda.

Sebaliknya, mereka mengirimkan getaran suara melalui tulang-tulang di sekitar telinga Anda, langsung ke koklea. Getaran ini kemudian diubah menjadi suara oleh otak Anda.

Dengan tidak menutupi telinga Anda, headphone bone conduction memungkinkan Anda tetap waspada terhadap suara di sekitar Anda.

Ini membuatnya menjadi pilihan populer bagi mereka yang melakukan olahraga di luar ruangan, seperti lari atau bersepeda, karena Anda tetap dapat mendengarkan suara lalu lintas dan peringatan di sekitar Anda.

Kelebihan dan Kekurangan Bone Conduction Headphone

Seperti halnya setiap produk, headphone bone conduction memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda membelinya.

Kelebihan Bone Conduction Headphone

  1. Tetap Sadar Terhadap Lingkungan: Headphone bone conduction memungkinkan Anda tetap waspada terhadap suara di sekitar Anda saat menggunakan headphone. Ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk olahraga di luar ruangan dan situasi di mana kesadaran lingkungan sangat penting.
  2. Cocok untuk Pengguna dengan Masalah Pendengaran: Teknologi bone conduction memungkinkan suara untuk dikirim langsung ke koklea, tanpa harus melewati gendang telinga. Hal ini membuat headphone bone conduction sangat cocok untuk pengguna dengan masalah pendengaran, karena mereka dapat mendengar suara dengan jelas tanpa mengandalkan gendang telinga.
  3. Tidak Mengganggu Telinga: Karena headphone bone conduction tidak masuk ke dalam saluran telinga, mereka tidak menyebabkan ketidaknyamanan atau iritasi seperti yang bisa terjadi dengan headphone tradisional. Mereka juga tidak menimbulkan tekanan di telinga, yang membuat mereka nyaman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Kekurangan Bone Conduction Headphone

  1. Kualitas Suara yang Lebih Rendah: Meskipun teknologi headphone bone conduction terus berkembang, kualitas suara dari bone conduction masih dianggap lebih rendah daripada headphone tradisional. Ini karena suara dihasilkan melalui getaran tulang, bukan melalui udara. Bagi mereka yang sangat memperhatikan kualitas suara, headphone bone conduction mungkin tidak memberikan pengalaman mendengarkan yang memuaskan.
  2. Tidak Cocok untuk Lingkungan Bising: headphone bone conduction tidak menutupi telinga Anda sepenuhnya, sehingga tidak bisa memberikan isolasi suara yang sama dengan headphone tradisional. Jika Anda sering menggunakan headphone di lingkungan yang bising, headphone bone conduction mungkin tidak memberikan pengalaman mendengarkan yang optimal.
  3. Tidak Cocok untuk Olahraga Intensif: Meskipun headphone bone conduction cocok untuk olahraga ringan seperti berjalan atau bersepeda, mereka mungkin tidak cocok untuk olahraga yang lebih intensif seperti lari cepat atau angkat beban. Fitur headphone bone conduction yang melekat di tulang pipi dapat membuat mereka kurang stabil saat digunakan dalam aktivitas yang mengharuskan gerakan kepala yang cepat dan intens.

Rekomendasi Headphone Bone Conduction Terbaik

Jika Anda tertarik untuk mencoba headphone bone conduction, berikut adalah beberapa rekomendasi headphone terbaik yang tersedia di pasaran:

  1. H2O Audio Tri Multi-Sport: Hedphone bone conduction yang sangat cocok untuk olahraga, dengan daya tahan air yang tinggi dan kualitas suara yang baik.
  2. Shokz OpenRun Pro: Headphone bone conduction dengan desain yang ringan dan kualitas suara yang ditingkatkan. Cocok untuk berbagai aktivitas olahraga.
  3. Zygo Solo: Headphone bone conduction yang dirancang khusus untuk berenang. Memiliki kemampuan untuk streaming audio di bawah air.
  4. Shokz OpenFit: Headphone bone conduction yang memiliki desain yang unik dengan kualitas suara yang baik. Cocok untuk berbagai aktivitas olahraga.
  5. Shokz OpenComm UC: Headphone bone conduction yang dirancang khusus untuk panggilan telepon. Memiliki daya tahan air yang baik dan kualitas suara yang jernih.

Harga Headphone Bone Conduction

Harga bone conduction headphone dapat bervariasi tergantung pada merek dan fitur yang ditawarkan. Secara umum, harga headphone bone conduction berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000. Namun, perlu diingat bahwa harga dapat berubah dan dapat berbeda di setiap toko atau situs web.

Kesimpulan

Headphone bone conduction adalah alternatif yang menarik bagi mereka yang mencari headphone nirkabel yang nyaman dan memungkinkan Anda tetap waspada terhadap suara di sekitar Anda.

Meskipun mereka mungkin tidak memberikan kualitas suara yang sama dengan headphone tradisional, mereka cocok untuk pengguna dengan masalah pendengaran atau mereka yang ingin tetap sadar terhadap lingkungan sekitar mereka.

Dengan berbagai merek dan model yang tersedia, Anda dapat memilih bone conduction headphone yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.

Rating Artikel

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment